Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Harga Minyak Naik, Subsidi Energi Bengkak Rp500 Triliun, Pajak Berpotensi Ikut Naik

Harga Minyak Naik, Subsidi Energi Bengkak Rp500 Triliun, Pajak Berpotensi Ikut Naik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Kenaikan harga minyak mentah dunia memberikan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan pembayaran subsidi dan kompensasi energi pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

Hingga akhir Oktober 2026, rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mencapai US$93 per barel. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan asumsi APBN 2026 sebesar US$75 per barel. Pada periode yang sama, nilai tukar rupiah juga berada di kisaran Rp17.508 per dolar AS.

Suahasil menjelaskan, pemerintah telah meningkatkan alokasi anggaran subsidi dan kompensasi energi dari sebelumnya Rp338 triliun menjadi Rp500 triliun melalui laporan semester I 2026.

Anggaran tersebut menjadi acuan pembayaran subsidi dan kompensasi bulanan kepada Pertamina dan PLN. Hingga 30 Oktober 2026, pemerintah telah merealisasikan pembayaran sebesar Rp333,9 triliun.

Pemerintah akan melanjutkan pembayaran pada November dan Desember sesuai anggaran yang tersedia. Perhitungan keseluruhan kebutuhan subsidi dan kompensasi energi akan dilakukan pada akhir tahun.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak juga berpotensi memberikan tambahan penerimaan negara melalui sektor perpajakan. Pendapatan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas yang meningkat seiring kenaikan harga minyak dapat mendorong bertambahnya penerimaan pajak pemerintah.

Potensi tambahan penerimaan juga berasal dari komoditas lain, seperti batu bara, minyak kelapa sawit mentah (CPO), emas, dan tembaga. Kenaikan harga komoditas tersebut dapat meningkatkan penerimaan pajak maupun pungutan ekspor.

Dengan demikian, kenaikan harga komoditas memiliki dua dampak terhadap APBN, yakni meningkatkan kebutuhan belanja subsidi energi sekaligus membuka peluang tambahan penerimaan negara.

Pemerintah tetap perlu memperhitungkan kedua sisi tersebut agar kenaikan pendapatan dari sektor komoditas dapat membantu mengimbangi tekanan belanja negara.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Praktis Digitalisasi Pemerintahan untuk Efisiensi Terukur

    Strategi Praktis Digitalisasi Pemerintahan untuk Efisiensi Terukur

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Digitalisasi pemerintahan mengacu pada penerapan teknologi informasi untuk mengubah cara layanan publik disampaikan, mengotomatiskan proses administratif, serta meningkatkan transparansi dan partisipasi warga. Dengan memindahkan data dan prosedur ke platform digital, pemerintah dapat mempercepat respons, mengurangi biaya operasional, dan mempermudah akses informasi bagi masyarakat. Hasilnya, layanan menjadi lebih efisien, akuntabel, dan mudah dijangkau. Penerapan […]

  • 7 Langkah Praktis Subsidi Tepat Sasaran untuk Usaha Mikro

    7 Langkah Praktis Subsidi Tepat Sasaran untuk Usaha Mikro

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pemerintah menyalurkan subsidi lewat mekanisme yang memprioritaskan kelompok paling membutuhkan, biasanya dengan verifikasi data kependudukan seperti KTP atau basis data Keluarga Sejahtera. Pendekatan ini mengurangi pemborosan dan memastikan bantuan sampai tepat pada sasaran, contohnya program listrik bersubsidi bagi rumah tangga berpenghasilan rendah. Jika Anda mencari cara agar dana bantuan pemerintah benar‑benar sampai ke […]

  • Krisis Iklim dan Tanah: Data Tersembunyi serta Solusi Petani

    Krisis Iklim dan Tanah: Data Tersembunyi serta Solusi Petani

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Krisis iklim menuntut aksi kolektif karena suhu rata‑rata bumi telah naik sekitar 1,1 °C sejak era pra‑industri, memicu cuaca ekstrem, kenaikan permukaan laut, dan gangguan ekosistem. Dampaknya terasa di sektor pertanian, kesehatan, serta ekonomi, sehingga transisi ke energi bersih dan adaptasi lokal menjadi prioritas utama. Krisis iklim menimbulkan pola cuaca ekstrem yang mengganggu keseimbangan […]

  • Diperiksa KPK soal Kasus Suap HGB Summarecon, Nusron Wahid Pilih Irit Bicara

    Diperiksa KPK soal Kasus Suap HGB Summarecon, Nusron Wahid Pilih Irit Bicara

    • calendar_month 3 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid memilih tidak banyak berkomentar setelah menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (4/11). Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan penyidikan dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk serta penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Nusron tiba di Gedung Merah […]

  • Rosan: Singapura tetap terbuka untuk perkuat investasi di RI

    Rosan: Singapura tetap terbuka untuk perkuat investasi di RI

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyatakan komitmen investasi Singapura ke Indonesia tetap terbuka di tengah isu yang muncul di antara kedua negara, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap lintas batas. “Kebetulan saya kemarin juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura, Pak Vivian (Balakrishnan), dan […]

  • Perang Iran Kuras Anggaran AS Rp671 Triliun, Biaya Bisa Bertambah Rp53 Triliun per Bulan

    Perang Iran Kuras Anggaran AS Rp671 Triliun, Biaya Bisa Bertambah Rp53 Triliun per Bulan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Konflik bersenjata Amerika Serikat (AS) dan Iran terus memberikan dampak besar terhadap anggaran Washington. Hingga 1 Agustus 2026, biaya yang telah dikeluarkan Departemen Pertahanan AS untuk konflik tersebut diperkirakan mencapai US$38 miliar atau sekitar Rp671,9 triliun. Angka tersebut terungkap dalam laporan Congressional Budget Office (CBO), lembaga nonpartisan yang berada di bawah Kongres AS. […]

expand_less