Danantara Buka Peluang Merger ASDP dan Pelni, Model Bisnis Jadi Pertimbangan Utama
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia membuka peluang merger PT ASDP Indonesia Ferry dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Rencana penggabungan tersebut akan mempertimbangkan kesamaan model bisnis dan karakteristik masing-masing perusahaan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan merger dapat dilakukan apabila perusahaan memiliki kesamaan bidang usaha dan berpotensi meningkatkan efisiensi.
“Yang sama dulu yang kita lakukan merger,” ujar Dony saat ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Namun, Dony menilai penggabungan ASDP dan Pelni dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) bukan pilihan tepat. Menurutnya, Pelindo bergerak di industri kepelabuhanan, sedangkan perusahaan pelayaran dan penyeberangan memiliki model bisnis berbeda.
Danantara saat ini juga menjalankan restrukturisasi BUMN dengan memangkas jumlah perusahaan dari sekitar 1.074 menjadi kurang lebih 250 perusahaan. CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyebut langkah tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan optimalisasi aset.
Rosan mengatakan proses konsolidasi dilakukan secara bertahap dengan tetap mematuhi peraturan perundang-undangan. Restrukturisasi ini diharapkan membentuk BUMN yang lebih efisien, kompetitif, dan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian nasional.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar