Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » BGN: Sekolah Negeri Harus Satu Suara Soal Penerimaan MBG, Wali Murid Diminta Sepakat

BGN: Sekolah Negeri Harus Satu Suara Soal Penerimaan MBG, Wali Murid Diminta Sepakat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan ketentuan penerimaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah negeri. Jika sebuah sekolah negeri memutuskan menerima program tersebut, penerimaannya harus berlaku secara menyeluruh dan tidak bisa hanya diikuti oleh sebagian siswa.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan ketentuan tersebut merupakan hasil pembahasan antara BGN, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

“Kalau sekolah negeri itu harus iya, iya semua. Mana kalau tidak, tidak semua,” kata Sudaryono dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Menurut Sudaryono, skema yang berlaku sementara mengharuskan adanya kesepakatan bersama apabila sekolah negeri akan menerima maupun menolak layanan MBG. Dengan demikian, tidak dimungkinkan dalam satu sekolah terdapat sebagian siswa yang menerima MBG sementara sebagian lainnya menolak karena alasan tertentu.

“Untuk sekolah negeri ini kalau menerima, menerima semua, tapi kalau misalnya tidak, tidak semua. Itu keputusan sementara adalah seperti itu,” ujarnya.

Ia memberikan gambaran bahwa keputusan tersebut tidak didasarkan pada kondisi ekonomi masing-masing siswa. Misalnya, apabila dalam satu sekolah terdapat siswa yang dinilai mampu dan siswa lain yang membutuhkan bantuan, penerimaan MBG tetap harus mengikuti keputusan bersama sekolah dan seluruh wali murid.

“Jadi tidak mungkin dalam satu sekolah katakanlah 70 persen misalnya mampu, 30 persen nggak mampu, kemudian kalau memang iya, konsensusnya harus sekolah beserta seluruh wali muridnya harus sepakat,” kata Sudaryono.

Ketentuan tersebut menjadi bagian dari penataan sasaran penerima manfaat MBG yang saat ini dilakukan BGN. Sebelumnya, BGN mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat. Berdasarkan keterangan resmi BGN, mayoritas satuan pendidikan yang dikeluarkan merupakan sekolah swasta bertaraf internasional, satuan pendidikan yang memiliki kerja sama dengan institusi tertentu, serta sekolah yang dinilai sudah mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada dana BOS.

Setelah pemutakhiran tersebut, BGN menyatakan perluasan layanan MBG akan diarahkan secara bertahap kepada kelompok dan wilayah yang memiliki kebutuhan lebih tinggi, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan angka stunting yang tinggi.

“Dan sudah kami umumkan sebanyak 1.653 sekolah ditetapkan tidak lagi menerima MBG dan layanan akan semakin diarahkan ke kelompok yang membutuhkan termasuk wilayah 3T,” ujar Sudaryono.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah saat ini tidak hanya melakukan perluasan cakupan MBG, tetapi juga melakukan penyesuaian sasaran penerima agar layanan lebih diarahkan kepada kelompok dan wilayah yang menjadi prioritas.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Geledah Kantor ATR/BPN, Ruang Nusron Wahid Belum Disentuh

    KPK Geledah Kantor ATR/BPN, Ruang Nusron Wahid Belum Disentuh

    • calendar_month 23 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menggeledah sejumlah ruangan di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kamis (17/9/2026). Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari penyidikan kasus dugaan suap terkait pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik melakukan penggeledahan […]

  • Kuasa Usaha Malaysia untuk Indonesia, Farzamie Sarkawi (Dok. Istimewa)

    Malaysia Siap Bantu Indonesia Atasi Kabut Asap Karhutla Kalimantan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, 17 September 2026 — Pemerintah Malaysia menyatakan kesiapannya untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang menimbulkan kabut asap hingga melintasi wilayah perbatasan kedua negara. Komitmen tersebut disampaikan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Farzamie Sarkawi, saat memberikan keterangan di Jakarta, Rabu, 16 September 2026. Farzamie mengatakan […]

  • Dasco Sebut Pertemuan Ketum Parpol Baru Sebatas Brainstorming RUU Pemilu

    Dasco Sebut Pertemuan Ketum Parpol Baru Sebatas Brainstorming RUU Pemilu

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa pertemuan sejumlah ketua umum (ketum) partai politik yang membahas revisi Undang-Undang Pemilu belum menghasilkan keputusan final. Menurut Dasco, pertemuan tersebut masih berada pada tahap awal berupa brainstorming atau pertukaran gagasan. Dasco mengatakan, pembicaraan para pimpinan partai politik dilakukan sebagai bagian dari persiapan sebelum fraksi-fraksi […]

  • Prabowo Ungkap Investasi Besar-besaran Akan Masuk Indonesia dalam Beberapa Pekan

    Prabowo Ungkap Investasi Besar-besaran Akan Masuk Indonesia dalam Beberapa Pekan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bakal ada investasi dalam jumlah besar yang masuk ke Indonesia dalam beberapa pekan mendatang. Prabowo meminta masyarakat menunggu perkembangan tersebut. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” yang dirilis pada Rabu (16/9/2026). “Ini beberapa minggu ke depannya, tunggu saja, akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan […]

  • Kedaulatan Energi vs Impor: Banding Biaya, Keandalan, Dampak Lingkungan

    Kedaulatan Energi vs Impor: Banding Biaya, Keandalan, Dampak Lingkungan

    • calendar_month 8 jam yang lalu
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi menekankan kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan energi domestik tanpa ketergantungan pada pasokan luar, sekaligus mengendalikan sumber daya serta infrastruktur kritis. Dengan mengoptimalkan eksplorasi, produksi, dan diversifikasi energi terbarukan, negara dapat memperkuat keamanan ekonomi serta mengurangi risiko geopolitik. Karena itu, kebijakan yang mendukung investasi dalam energi bersih dan peningkatan efisiensi menjadi […]

  • Pramono Anung Ungkap Sejumlah Proyek Jakarta Dibangun Tanpa APBD

    Pramono Anung Ungkap Sejumlah Proyek Jakarta Dibangun Tanpa APBD

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan sejumlah pembangunan di Ibu Kota yang dilakukan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri peresmian Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta sekaligus peringatan HUT ke-81 PMI di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026). Acara tersebut turut dihadiri […]

expand_less