Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Adik Kim Jong Un Tolak Denuklirisasi: Senjata Nuklir Korut Mutlak

Adik Kim Jong Un Tolak Denuklirisasi: Senjata Nuklir Korut Mutlak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEOUL – Korea Utara kembali menegaskan sikapnya untuk mempertahankan persenjataan nuklir. Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menolak gagasan denuklirisasi dan menyebut status negaranya sebagai negara pemilik senjata nuklir bersifat mutlak serta tidak dapat diubah.

Pernyataan tersebut disampaikan Kim Yo Jong melalui pernyataan yang dimuat media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), Kamis (17/9/2026). Pernyataan itu muncul ketika Sidang Umum ke-70 Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) berlangsung di Wina, Austria, dan kembali membahas kekhawatiran terhadap perkembangan program nuklir Pyongyang.

“Posisi DPRK sebagai negara pemilik senjata nuklir adalah mutlak dan tidak dapat diubah oleh apa pun,” kata Kim Yo Jong, seperti dikutip AFP.

Kim Yo Jong juga mengecam pihak-pihak yang masih mendorong denuklirisasi Korea Utara. Ia menyebut seruan tersebut sebagai “ocehan konyol yang sudah biasa” dan menilai mereka yang masih menganggap Pyongyang akan menyerahkan senjata nuklirnya tidak memahami posisi Korea Utara.

“Jika mereka meyakini hal itu benar-benar mungkin terjadi, mereka hanya akan mendengar perkataan orang-orang bodoh,” ujarnya.

Menurut Kim, status nuklir Korea Utara bukan hanya telah menjadi bagian dari kebijakan pertahanan negara, tetapi juga telah ditetapkan melalui kerangka hukum di dalam negeri. Karena itu, ia menegaskan bahwa tekanan atau penolakan dari negara lain tidak akan mengubah posisi Pyongyang.

“Betapapun kerasnya kekuatan-kekuatan yang memusuhi menyangkalnya secara retoris, kenyataan bahwa posisi nuklir DPRK telah ditetapkan secara permanen, baik secara fisik maupun hukum, tidak akan berubah sedikit pun,” kata Kim.

Ia juga menyatakan bahwa persenjataan nuklir Korea Utara dipandang Pyongyang sebagai alat pencegah terhadap ancaman dari negara-negara yang dianggap bermusuhan.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika IAEA kembali menyoroti perkembangan kapasitas nuklir Korea Utara. Dalam sidang umumnya, negara-negara peserta menyerukan agar Pyongyang meninggalkan program senjata nuklir secara lengkap, dapat diverifikasi, dan tidak dapat dipulihkan. IAEA juga sebelumnya melaporkan adanya perkembangan kapasitas pengayaan uranium serta perluasan fasilitas nuklir Korea Utara.

Mengenai jumlah persenjataan nuklir yang dimiliki Korea Utara, terdapat perbedaan angka di antara berbagai sumber. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Agustus 2026 menyebut Pyongyang memiliki 57 senjata nuklir. Sementara itu, Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu-back mengatakan perkiraan yang umum digunakan berada di kisaran 80 hingga 120 senjata nuklir. Ahn kemudian menjelaskan bahwa angka tersebut berasal dari perkiraan lembaga penelitian dan militer Korea Selatan tidak dapat mengonfirmasi jumlah pastinya secara terbuka.

Sikap Korea Utara dalam mempertahankan program nuklir semakin terlihat sejak gagalnya pertemuan puncak kedua antara Kim Jong Un dan Donald Trump di Hanoi pada 2019. Pertemuan tersebut berakhir tanpa kesepakatan setelah kedua pihak berbeda pandangan mengenai langkah denuklirisasi dan imbalan yang diharapkan Pyongyang.

Kini, Kim Yo Jong kembali menegaskan bahwa denuklirisasi bukan pilihan yang sedang dipertimbangkan Korea Utara. Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Pyongyang masih mempertahankan status nuklirnya sebagai bagian penting dari kebijakan pertahanan negara, sementara tekanan internasional agar Korea Utara menghentikan program senjatanya terus berlangsung.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transisi energi hijau: 5 Pelajaran Lapangan yang Membongkar Mitos Umum

    Transisi energi hijau: 5 Pelajaran Lapangan yang Membongkar Mitos Umum

    • calendar_month 9 jam yang lalu
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peralihan ke sumber energi terbarukan serta peningkatan efisiensi energi menjadi inti gerakan ini, bertujuan menurunkan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Praktiknya meliputi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, angin, bioenergi, dan modernisasi jaringan listrik untuk mendukung integrasi energi bersih. Transisi energi hijau menandai pergeseran nyata dari bahan bakar fosil ke […]

  • Pramono Blak-blakan ke Prabowo, Minta Danantara Bantu Perpanjangan LRT Jakarta

    Pramono Blak-blakan ke Prabowo, Minta Danantara Bantu Perpanjangan LRT Jakarta

    • calendar_month 23 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara langsung meminta dukungan Presiden Prabowo Subianto agar Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dapat ikut mendukung pendanaan pengembangan LRT Jakarta. Permintaan tersebut disampaikan Pramono saat mendampingi Prabowo menjajal LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, Rabu (16/9/2026). Dalam perjalanan menuju Stasiun Manggarai, Pramono dan Prabowo membicarakan kelanjutan pengembangan jaringan LRT […]

  • Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana untuk Rapat Dewan Energi Nasional

    Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana untuk Rapat Dewan Energi Nasional

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Sejumlah menteri yang tergabung dalam DEN hadir dalam rapat yang membahas berbagai persoalan energi nasional tersebut. Beberapa menteri yang terlihat tiba di kompleks Istana antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala […]

  • Kedaulatan Energi vs Impor: Banding Biaya, Keandalan, Dampak Lingkungan

    Kedaulatan Energi vs Impor: Banding Biaya, Keandalan, Dampak Lingkungan

    • calendar_month 9 jam yang lalu
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi menekankan kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan energi domestik tanpa ketergantungan pada pasokan luar, sekaligus mengendalikan sumber daya serta infrastruktur kritis. Dengan mengoptimalkan eksplorasi, produksi, dan diversifikasi energi terbarukan, negara dapat memperkuat keamanan ekonomi serta mengurangi risiko geopolitik. Karena itu, kebijakan yang mendukung investasi dalam energi bersih dan peningkatan efisiensi menjadi […]

  • Anggaran KIP Kuliah Naik, 220.000 Mahasiswa Baru Ditargetkan Dapat Bantuan pada 2027

    Anggaran KIP Kuliah Naik, 220.000 Mahasiswa Baru Ditargetkan Dapat Bantuan pada 2027

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, 17 September 2026 — Kabar baik datang bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pemerintah menyiapkan perluasan dukungan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada 2027, termasuk peningkatan kuota bagi mahasiswa baru. Dalam pembahasan anggaran 2027, kuota KIP Kuliah untuk mahasiswa baru yang sebelumnya diperkirakan hanya mencapai 90.000 […]

  • BGN: Sekolah Negeri Harus Satu Suara Soal Penerimaan MBG, Wali Murid Diminta Sepakat

    BGN: Sekolah Negeri Harus Satu Suara Soal Penerimaan MBG, Wali Murid Diminta Sepakat

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan ketentuan penerimaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah negeri. Jika sebuah sekolah negeri memutuskan menerima program tersebut, penerimaannya harus berlaku secara menyeluruh dan tidak bisa hanya diikuti oleh sebagian siswa. Kepala BGN Sudaryono mengatakan ketentuan tersebut merupakan hasil pembahasan antara BGN, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), […]

expand_less