Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Kemenhut Siapkan 104 Personel untuk Percepat Penanganan Karhutla di Ketapang

Kemenhut Siapkan 104 Personel untuk Percepat Penanganan Karhutla di Ketapang

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketapang, 23 Oktober 2026—Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Jumat (23/10). Rapat yang dilaksanakan secara hybrid ini melibatkan unsur pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, serta instansi terkait untuk mengevaluasi perkembangan karhutla dan memperkuat langkah penanganan di lapangan.

Dalam arahannya, Menteri Kehutanan menekankan bahwa penurunan jumlah titik panas harus menjadi momentum untuk mempercepat penanganan karhutla. Seluruh pihak diminta tidak lengah dan terus meningkatkan kesiapsiagaan, mengingat kondisi cuaca maupun faktor lain berpotensi memicu kembali kebakaran.

“Angka titik panas yang mulai menurun justru harus memotivasi kita untuk segera menuntaskan penanganan karhutla. Selama jumlahnya masih rendah, kita harus bergerak cepat dengan kekuatan yang ada agar kebakaran tidak kembali meluas,” ujar Menteri Kehutanan.

Berdasarkan data titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi hingga 22 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB, tercatat 39 titik panas di Kalimantan Barat. Dari jumlah tersebut, 37 titik berada di Kabupaten Ketapang, sementara masing-masing satu titik terpantau di Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sintang. Secara kumulatif pada periode 23 September hingga 22 Oktober 2026, Kalimantan Barat mencatat 1.712 titik panas, dengan 1.604 titik di antaranya berada di Kabupaten Ketapang.

Menteri Kehutanan meminta seluruh unsur yang terlibat untuk menyampaikan perkembangan penanganan di lapangan, mencocokkan data, serta mengidentifikasi langkah lanjutan dan kebutuhan tambahan personel. Penguatan dukungan lintas sektor menjadi salah satu fokus pembahasan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Dalam rapat tersebut, dibahas penguatan dukungan personel lintas sektor untuk mempercepat penanganan karhutla. Kementerian Kehutanan menyiapkan penugasan 104 personel, sementara Polri merencanakan penambahan sekitar 300 personel dan TNI sebanyak 400 personel. Dukungan BPBD juga direncanakan meningkat dari 7 menjadi 17 personel.

Kementerian Kehutanan menyiapkan penugasan 104 personel untuk mendukung penanganan di tiga lokasi, yaitu Cagar Alam Muara Kendawangan, Desa Seriam sebanyak 20 personel, Desa Pembedilan sebanyak 44 personel, serta wilayah PBPH PT Buana Megatama Jaya sebanyak 40 personel. Kedatangan personel dijadwalkan berlangsung pada 23–26 Oktober 2026, dengan masa penugasan selama 14 hari.

Rapat koordinasi ini turut melibatkan perwakilan BNPB, BMKG, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Ketapang, TNI, Polri, BPBD, serta jajaran teknis Kementerian Kehutanan. Kolaborasi antarlembaga diperlukan untuk memastikan pertukaran informasi, dukungan personel, dan pelaksanaan langkah penanganan berjalan selaras sesuai kebutuhan di lapangan.

Menteri Kehutanan menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan kesiapsiagaan berkelanjutan. Seluruh pihak diminta menjaga koordinasi serta memanfaatkan momentum penurunan titik panas untuk mempercepat penanganan, terutama di Kabupaten Ketapang yang masih mendominasi jumlah titik panas di Kalimantan Barat.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digitalisasi Bansos Dinilai Bikin Penyaluran Lebih Tepat Sasaran dan Perluas Perlindungan Sosial

    Digitalisasi Bansos Dinilai Bikin Penyaluran Lebih Tepat Sasaran dan Perluas Perlindungan Sosial

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Digitalisasi bantuan sosial (bansos) dinilai dapat meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan sekaligus memperluas perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan. Pembenahan sistem tersebut juga diharapkan memperkuat daya beli dan meningkatkan efektivitas belanja negara. Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mochammad Firman Hidayat, mengatakan digitalisasi perlindungan sosial menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memastikan anggaran bansos memberikan dampak […]

  • Prabowo: Jangan Kita Ulangi Kesalahan Pendahulu Kita

    Prabowo: Jangan Kita Ulangi Kesalahan Pendahulu Kita

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    CIMAHI – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan generasi muda agar belajar dari sejarah dan tidak mengulangi kesalahan para pendahulu. Menurutnya, pengalaman masa lalu harus menjadi pelajaran untuk membangun Indonesia yang lebih kuat. Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10). Ia mengakui para pendahulu telah memberikan banyak pencapaian, tetapi […]

  • Investasi hijau: Obligasi vs REIT, mana lebih menguntungkan?

    Investasi hijau: Obligasi vs REIT, mana lebih menguntungkan?

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Investasi hijau mengacu pada penanaman modal pada proyek atau perusahaan yang berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, seperti energi terbarukan, efisiensi energi, atau pengelolaan limbah. Karena meningkatnya kesadaran iklim, banyak investor menganggapnya cara mengurangi risiko regulasi sekaligus membuka peluang pertumbuhan jangka panjang. Namun, penting menilai kredibilitas green label dan dampak nyata sebelum menempatkan dana. Investasi […]

  • Transisi energi hijau: 5 Tantangan Logistik yang Sering Terlewat

    Transisi energi hijau: 5 Tantangan Logistik yang Sering Terlewat

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Proses peralihan dari sumber energi berbasis fosil ke energi terbarukan—seperti tenaga surya atau angin—menjadi inti transisi energi hijau. Langkah ini biasanya didukung oleh kebijakan pemerintah, investasi teknologi bersih, serta perubahan perilaku konsumen untuk mengurangi emisi karbon. Pada akhirnya, tujuan utamanya ialah menciptakan sistem energi yang berkelanjutan dan tahan iklim. Transisi energi hijau berarti […]

  • Digitalisasi pemerintahan: Tantangan, Biaya, dan Langkah Praktis?

    Digitalisasi pemerintahan: Tantangan, Biaya, dan Langkah Praktis?

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Penerapan teknologi informasi dalam sektor publik memungkinkan layanan menjadi otomatis, data lebih mudah diakses, dan birokrasi menjadi lebih transparan. Dengan memindahkan proses manual ke platform daring, pemerintah dapat mempercepat pelayanan, menurunkan biaya operasional, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Digitalisasi pemerintahan mengacu pada pemindahan proses administratif, layanan publik, dan pengelolaan data ke […]

  • 5 Cara Praktis Tingkatkan Kedaulatan Energi lewat Teknologi Lokal

    5 Cara Praktis Tingkatkan Kedaulatan Energi lewat Teknologi Lokal

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Maksudnya, kedaulatan energi menekankan kemampuan suatu negara mengendalikan produksi, distribusi, dan konsumsi energi secara mandiri tanpa tergantung pada pihak luar. Dengan begitu, negara dapat menjamin keamanan pasokan, menstabilkan harga, serta mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Kedaulatan energi berarti Indonesia mampu memenuhi kebutuhan listriknya dengan sumber daya domestik, mengurangi ketergantungan pada […]

expand_less