Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » PLN dan Australia Perkuat Kerja Sama, Siapkan Investasi Jaringan Listrik Jawa-Bali

PLN dan Australia Perkuat Kerja Sama, Siapkan Investasi Jaringan Listrik Jawa-Bali

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – PT PLN (Persero) memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Australia melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama ini mencakup transisi energi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), teknologi, serta pembiayaan dan investasi untuk mendukung target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia pada 2060.

Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto, mengatakan kemitraan tersebut membuka peluang bagi PLN untuk memperoleh akses pengetahuan, teknologi, dan dukungan pembiayaan. Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi PLN dari penyedia listrik menjadi penyedia solusi energi.

“Kami berharap kemitraan ini terus berkembang untuk memperkuat kapabilitas PLN dalam menjawab tantangan transisi energi dan menyiapkan pemimpin masa depan di sektor ketenagalistrikan,” ujar Didi dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).

Sebagai tindak lanjut MoU, PLN dan Pemerintah Australia menyiapkan sejumlah program kolaborasi. Fokusnya meliputi penguatan infrastruktur ketenagalistrikan, pembiayaan strategis, pengembangan teknologi, peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta pengembangan SDM.

Di bidang infrastruktur, kedua pihak menjajaki dukungan pembiayaan dari Export Finance Australia (EFA) untuk proyek Eastern Java & Bali Grid Strengthening. Proyek ini bertujuan meningkatkan keandalan jaringan dan pasokan listrik di Jawa Timur dan Bali melalui pembangunan serta peningkatan infrastruktur transmisi, gardu induk, dan distribusi.

Kerja sama juga mencakup pengembangan teknologi untuk meningkatkan fleksibilitas sistem ketenagalistrikan. PLN menjajaki kolaborasi dengan lembaga riset dan instansi pemerintah Australia, antara lain Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) serta Department of Climate, Environment and Water.

Kolaborasi teknologi tersebut meliputi pengembangan fleksibilitas jaringan, Battery Energy Storage System (BESS), dan fleksibilitas operasi pembangkit. Ketiga aspek ini dinilai penting untuk mendukung integrasi listrik dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang produksinya bergantung pada kondisi alam.

Selain itu, PLN bersama Department of Foreign Affairs and Trade Australia menjalankan program peningkatan kapasitas terkait skenario iklim dan ketahanan sistem. Program ini bertujuan memperkuat kemampuan pengambilan keputusan berdasarkan proyeksi dan risiko perubahan iklim.

Pada bidang SDM, PLN bersama Pemerintah Australia melalui Australia-Indonesia Climate and Sustainable Infrastructure Partnership (KINETIK) menyusun Three-Year Human Capital Development Roadmap periode 2027–2030. Peta jalan tersebut diselaraskan dengan target NZE, prioritas Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), serta prinsip transisi energi yang berkeadilan (Just Energy Transition).

Didi menegaskan, penguatan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan pengembangan teknologi dan kualitas SDM. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman internasional diharapkan dapat menyiapkan talenta PLN untuk mengelola sistem ketenagalistrikan masa depan.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, menyambut positif penguatan kerja sama tersebut. Ia menilai PLN merupakan mitra penting dalam transisi energi Indonesia, terutama dalam mendukung elektrifikasi dan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Menurut Brazier, kemitraan ini juga memberikan manfaat timbal balik karena Australia dapat belajar dari PLN dalam memahami kondisi dan kebutuhan Indonesia.

Melalui kerja sama jangka panjang ini, PLN dan Pemerintah Australia berharap dapat memperkuat infrastruktur, memperluas pemanfaatan teknologi, membuka akses pembiayaan, serta meningkatkan kualitas SDM. Kolaborasi tersebut diharapkan mendukung sistem ketenagalistrikan Indonesia yang lebih andal, berkelanjutan, dan rendah emisi.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Elon Musk Puji Xi Jinping sebagai Pemimpin Hebat, Soroti Kemajuan China hingga AI

    Elon Musk Puji Xi Jinping sebagai Pemimpin Hebat, Soroti Kemajuan China hingga AI

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta – CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk memberikan pujian terbuka terhadap Presiden China Xi Jinping. Dalam wawancara dengan media pemerintah China, Musk menyebut Xi sebagai pemimpin yang hebat dan sangat cakap, seraya mengaitkan kemajuan ekonomi yang ia lihat di China dengan kepemimpinan Xi. Pernyataan tersebut disampaikan Musk dalam wawancara yang dirilis CCTV pada Rabu […]

  • Rosan Minta Kadin Sosialisasikan Kebijakan Investasi hingga ke Daerah

    Rosan Minta Kadin Sosialisasikan Kebijakan Investasi hingga ke Daerah

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM dan CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperluas sosialisasi kebijakan dan regulasi investasi hingga ke daerah. Rosan menilai, keterlibatan asosiasi usaha, himpunan, dan pengurus Kadin di daerah dapat membantu pelaku usaha memahami perubahan kebijakan pemerintah. Langkah ini diharapkan mempercepat pelaksanaan […]

  • 7 Langkah Praktis Menghadapi Krisis Iklim untuk Rumah dan Komunitas

    7 Langkah Praktis Menghadapi Krisis Iklim untuk Rumah dan Komunitas

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Perubahan suhu global yang cepat, peningkatan frekuensi cuaca ekstrem, dan kerusakan ekosistem menandai krisis iklim. Para ilmuwan sepakat bahwa aktivitas manusia—khususnya pembakaran bahan bakar fosil—memperparah pemanasan bumi, sehingga dibutuhkan aksi kolektif untuk menurunkan emisi dan melindungi generasi mendatang. Ketika suhu rata‑rata global naik beberapa derajat dan pola cuaca menjadi tak menentu, yang kita […]

  • Krisis iklim: Solusi Praktis Petani Urban Reduksi Emisi Tanpa Beban

    Krisis iklim: Solusi Praktis Petani Urban Reduksi Emisi Tanpa Beban

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Emisi gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil, penebangan hutan, dan praktik pertanian intensif mempercepat pemanasan global, yang pada gilirannya memicu perubahan pola cuaca ekstrem, naiknya permukaan laut, dan kehilangan keanekaragaman hayati. Mengurangi jejak karbon lewat energi terbarukan, restorasi hutan, dan pola konsumsi berkelanjutan menjadi langkah kunci untuk menghentikan laju krisis ini. […]

  • Kementerian Kehutanan Perkuat Kerja Sama Dalam Negeri, Dorong Kolaborasi dari Kesepakatan Menjadi Aksi Nyata

    Kementerian Kehutanan Perkuat Kerja Sama Dalam Negeri, Dorong Kolaborasi dari Kesepakatan Menjadi Aksi Nyata

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, 23 September 2026 – Kementerian Kehutanan terus memperkuat kerja sama dalam negeri sebagai salah satu instrumen strategis untuk mempercepat pencapaian pembangunan kehutanan yang berkelanjutan. Kerja sama tidak lagi ditempatkan sebatas penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS), tetapi diarahkan agar menghasilkan aksi, manfaat, dan dampak nyata bagi hutan, masyarakat, perekonomian, serta pembangunan […]

  • Kasus PT X Capai Kedaulatan Energi lewat PLTS Atap 2023

    Kasus PT X Capai Kedaulatan Energi lewat PLTS Atap 2023

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi berarti sebuah negara atau komunitas dapat memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri, tanpa bergantung pada pasokan luar, sehingga mengendalikan harga, kebijakan, dan keamanan pasokan. Dengan mengembangkan sumber daya terbarukan serta infrastruktur domestik, stabilitas ekonomi meningkat dan risiko geopolitik berkurang. Upaya ini biasanya mencakup diversifikasi sumber, investasi pada teknologi bersih, dan regulasi yang […]

expand_less