Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Siapkan SDM Kehutanan Unggul, BP2SDM Rumuskan Arah Transformasi hingga 2029

Siapkan SDM Kehutanan Unggul, BP2SDM Rumuskan Arah Transformasi hingga 2029

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yogyakarta, 4 November 2026. Sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, inovatif, dan berintegritas menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan kehutanan Indonesia. Menyadari pentingnya peran tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) BP2SDM Tahun 2026 pada 4–5 November 2026 di Yogyakarta. Mengusung tema “Meretas Jalan Transformasi Menuju Forestry Human Excellence”, kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan merumuskan strategi pengembangan SDM kehutanan yang lebih terarah, adaptif, dan berkelanjutan.

Rakornis tahun ini mengangkat semangat Align, Transform, Excel, sebagai landasan untuk memperkuat sinergi seluruh satuan kerja dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan BP2SDM. Melalui forum ini, BP2SDM berupaya menyelaraskan capaian program tahun sebelumnya, mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sepanjang 2026, serta menyusun langkah prioritas atau Quick Win tahun 2027 dan peta jalan transformasi organisasi periode 2027–2029.

Plt. Kepala BP2SDM, Dyah Murtiningsih dalam arahannya menegaskan bahwa pembangunan kehutanan membutuhkan dukungan SDM yang unggul dan mampu menjawab berbagai tantangan masa depan. Menurutnya, transformasi organisasi harus diwujudkan melalui hasil nyata, bukan sekadar perubahan kebijakan atau program di atas kertas. BP2SDM memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM kehutanan yang kompeten, berintegritas, inovatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sejumlah capaian BP2SDM sepanjang 2026 menunjukkan bahwa upaya pengembangan SDM kehutanan terus bergerak. Dalam bidang perencanaan SDM aparatur, BP2SDM telah memetakan kompetensi 7.060 PNS dan melaksanakan uji kompetensi terhadap 592 pegawai. Sementara itu, pengembangan kompetensi melalui Corporate University Kementerian Kehutanan juga terus diperkuat dengan penerbitan 2.864 sertifikat bimbingan teknis, penyediaan 122 kurikulum dan 244 modul pelatihan siap pakai, serta keberhasilan 5.186 peserta menyelesaikan pembelajaran melalui Massive Open Online Course (MOOC) sepanjang 2026.

Pengembangan SDM kehutanan juga menyasar generasi muda sebagai penerus upaya pelestarian hutan. Melalui berbagai program pembinaan, BP2SDM telah mencetak 8.838 Generasi Pelestari Hutan atau Genries dan menghimpun 970 ide inovasi pelestarian hutan. Program Forest Youthpreneurship bahkan telah melahirkan 786 Wirausaha Muda Kehutanan yang membentuk 25 unit usaha ber-Nomor Induk Berusaha (NIB). Capaian ini menunjukkan bahwa pembangunan kehutanan tidak hanya membutuhkan tenaga profesional, tetapi juga generasi muda yang kreatif dan mampu menghadirkan inovasi.

Di tingkat tapak, peran penyuluh kehutanan dan Kelompok Tani Hutan (KTH) menjadi bagian penting dalam menggerakkan pembangunan kehutanan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan (SIMLUH) per 3 November 2026, tercatat sebanyak 10.582 penyuluh kehutanan yang terdiri atas penyuluh ASN, Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), dan penyuluh swasta. Sebanyak 27.835 KTH juga mendapatkan pendampingan melalui penyuluh kehutanan, dengan nilai transaksi ekonomi mencapai Rp2,44 triliun. Angka ini memperlihatkan besarnya potensi masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya hutan secara produktif.

Meski demikian, berbagai capaian tersebut masih diiringi sejumlah tantangan. Peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan kehutanan, penguatan kelembagaan penyuluhan, optimalisasi pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), serta penguatan pendanaan dan tata kelola data menjadi beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian. Dalam bidang pendidikan vokasi, misalnya, data lulusan dua tahun terakhir menunjukkan bahwa 18,89 persen lulusan SMK Kehutanan bekerja di sektor kehutanan, sementara 40 persen tercatat belum bekerja. Kondisi ini menjadi dorongan bagi BP2SDM untuk memperkuat kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja serta memperluas keterlibatan dunia usaha.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BP2SDM telah menetapkan enam target strategis tahun 2027. Target tersebut meliputi peningkatan nilai transaksi ekonomi KTH menjadi Rp2,1 triliun, peningkatan persentase KTH penghasil komoditas pangan, energi, dan air sebesar 12 persen, serta peningkatan efektivitas pengelolaan KHDTK Diklat Kehutanan hingga 72 poin. Selain itu, BP2SDM menargetkan Indeks Pengembangan SDM Kehutanan sebesar 75 poin, penyusunan dua standar kompetensi untuk mengurangi kesenjangan antara kapasitas SDM dan kebutuhan pasar kerja, serta peningkatan persentase lulusan SMK Kehutanan yang bekerja di bidang kehutanan hingga 40 persen.

Selama dua hari pelaksanaan, Rakornis BP2SDM 2026 juga menghadirkan narasumber dari Kementerian PAN-RB, Kementerian PPN/Bappenas, Lembaga Administrasi Negara (LAN), mitra pembangunan, dunia usaha, serta internal Kementerian Kehutanan. Pembahasan mencakup penguatan tata kelola dan transformasi organisasi, optimalisasi peran pendamping kehutanan, pengembangan kompetensi dan green skills, pembiayaan berkelanjutan, komunikasi perubahan, hingga konsolidasi pembagian peran antara satuan kerja pusat dan UPT. Forum ini juga menjadi ruang bagi 12 Kepala UPT untuk memaparkan capaian dan inovasi di wilayah kerja masing-masing.

Melalui Rakornis ini, BP2SDM ingin memastikan bahwa setiap satuan kerja memiliki arah, peran, dan tanggung jawab yang jelas dalam mendukung target pembangunan kehutanan. Hasil pembahasan akan menjadi pijakan dalam penyusunan Quick Win 2027 dan Roadmap Transformasi BP2SDM 2027–2029 yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, transformasi BP2SDM bukan semata-mata tentang perubahan organisasi, melainkan tentang bagaimana menghadirkan SDM kehutanan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui semangat Align, Transform, Excel, BP2SDM berkomitmen menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, dan mewujudkan Forestry Human Excellence sebagai fondasi pembangunan kehutanan Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,58 Juta per Gram

    Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,58 Juta per Gram

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali naik pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Harga emas Antam pecahan 1 gram kini mencapai Rp2.580.000, naik Rp10.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.570.000 per gram. Kenaikan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Harga buyback emas Antam naik Rp15.000 menjadi Rp2.391.000 per […]

  • Investasi hijau: Mengungkap Risiko Tersembunyi dan Peluang Untung 2024

    Investasi hijau: Mengungkap Risiko Tersembunyi dan Peluang Untung 2024

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Investor biasanya menyalurkan dana ke proyek atau perusahaan yang mengurangi jejak karbon, seperti energi terbarukan, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah. Tujuannya tidak sekadar memperoleh profit, melainkan menciptakan dampak positif bagi lingkungan serta mendukung keberlanjutan jangka panjang. Investasi hijau menggabungkan harapan keuntungan finansial dengan dampak lingkungan yang terukur, menempatkan modal pada proyek yang mengurangi […]

  • Transisi energi hijau: Solar vs Biofuel, Analisis Biaya & Emisi

    Transisi energi hijau: Solar vs Biofuel, Analisis Biaya & Emisi

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Perpindahan dari sumber energi fosil ke energi terbarukan—seperti surya, angin, dan bioenergi—merupakan respons kolektif pemerintah, industri, dan masyarakat untuk menurunkan emisi karbon dan mencapai target iklim. Prosesnya melibatkan kebijakan insentif, investasi infrastruktur, serta adopsi teknologi yang lebih bersih, sekaligus menyeimbangkan keamanan pasokan dan keterjangkauan bagi konsumen. Dengan langkah ini, ekonomi beralih menuju model […]

  • 7 Langkah Praktis Mempercepat Transisi Energi Hijau di UKM

    7 Langkah Praktis Mempercepat Transisi Energi Hijau di UKM

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Peralihan dari ketergantungan pada bahan bakar fosil ke sumber energi terbarukan menjadi fokus utama negara‑negara untuk menurunkan emisi karbon dan mencapai target iklim. Proses ini melibatkan kebijakan pemerintah, investasi pada teknologi bersih, serta adaptasi industri dan masyarakat terhadap solusi seperti tenaga surya, angin, dan bioenergi. Dengan langkah terkoordinasi, ekonomi dapat tetap tumbuh sambil […]

  • Suahasil Sebut Ekonomi RI Tetap Resilien: Tumbuh 5,45%, Inflasi 3,19%

    Suahasil Sebut Ekonomi RI Tetap Resilien: Tumbuh 5,45%, Inflasi 3,19%

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi global. Pemerintah melihat kondisi tersebut dari sejumlah indikator, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, arus modal hingga kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Suahasil mengatakan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 5,45 persen. Sementara itu, […]

  • 5 Langkah Praktis Menghadapi Krisis Iklim yang Terbukti Efektif

    5 Langkah Praktis Menghadapi Krisis Iklim yang Terbukti Efektif

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Perubahan iklim yang semakin cepat, dipicu oleh peningkatan emisi gas rumah kaca, kini disebut krisis iklim karena dampaknya yang meluas pada suhu, pola cuaca, dan keanekaragaman hayati. Akibatnya, fenomena cuaca ekstrem seperti banjir, kebakaran hutan, dan gelombang panas menjadi lebih intens dan sering terjadi, mengancam ketahanan pangan serta kesehatan masyarakat. Ketika suhu rata‑rata […]

expand_less