Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Pembalut Wanita Masih Kena PPN 11 Persen, Ini Penjelasan DJP

Pembalut Wanita Masih Kena PPN 11 Persen, Ini Penjelasan DJP

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menjelaskan alasan produk pembalut wanita masih dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) efektif sebesar 11 persen. Pembalut dikategorikan sebagai barang kena pajak (BKP) nonmewah dan belum termasuk produk yang mendapat fasilitas pembebasan pajak.

Melalui akun Instagram resminya, DJP menjelaskan bahwa pembalut dikenakan tarif PPN 12 persen dengan dasar pengenaan pajak sebesar 11/12 dari harga jual. Dengan skema tersebut, pajak efektif yang dibebankan kepada konsumen menjadi 11 persen.

DJP menegaskan, pengenaan pajak tersebut bukan pungutan khusus terhadap perempuan atau aktivitas menstruasi, melainkan bagian dari ketentuan PPN atas konsumsi barang.

Meski mengakui pembalut merupakan kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan perempuan, DJP menyebut fasilitas pembebasan pajak hanya berlaku bagi barang tertentu yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, setiap usulan perubahan fasilitas perpajakan perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat dan penerimaan negara.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh mendesak pemerintah menghapus PPN pembalut menjadi nol persen. Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menilai pembalut merupakan kebutuhan primer perempuan, bukan barang mewah.

Menurut Said, pembalut juga termasuk dalam 64 komponen kebutuhan hidup layak (KHL) yang menjadi acuan survei penentuan upah minimum.

Ia menilai pengenaan pajak tersebut menambah beban pengeluaran rutin pekerja perempuan. Karena itu, KSPI dan Partai Buruh meminta Presiden Prabowo Subianto mengarahkan Menteri Keuangan untuk mempertimbangkan pembebasan PPN pembalut demi menjaga daya beli masyarakat.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keluarga Beralih ke Listrik Bersih: Praktik Nyata Transisi energi hijau

    Keluarga Beralih ke Listrik Bersih: Praktik Nyata Transisi energi hijau

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Secara umum, proses beralih dari sumber energi fosil ke sumber terbarukan serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi menjadi inti transisi energi hijau. Praktiknya melibatkan investasi pada tenaga surya, angin, dan listrik bersih, serta kebijakan yang mendukung dekarbonisasi. Hasilnya, emisi karbon menurun dan ketergantungan pada bahan bakar konvensional berkurang. Langkah Praktis untuk Mempercepat Transisi energi […]

  • Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

    Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indonesia mulai mengurangi ekspor gas bumi ke Singapura sebesar 31 miliar British thermal unit per hari (BBTUD) mulai Sabtu (24/10/2026). Langkah ini menjadi bagian dari penataan ulang alokasi gas nasional untuk mengutamakan kebutuhan energi dan bahan baku industri dalam negeri. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK […]

  • Mengoptimalkan Subsidi tepat sasaran: Pelajaran Dari 5 Proyek Desa

    Mengoptimalkan Subsidi tepat sasaran: Pelajaran Dari 5 Proyek Desa

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Subsidi tepat sasaran menyalurkan bantuan ke kelompok atau individu yang paling membutuhkan, biasanya melalui kriteria pendapatan, lokasi, atau sektor ekonomi yang teridentifikasi. Dengan mekanisme verifikasi yang ketat, dana dapat dipakai secara efektif tanpa meluas ke penerima yang tidak layak, sehingga meningkatkan efisiensi anggaran negara. Subsidi tepat sasaran berupaya menyalurkan bantuan ke penerima yang […]

  • Panduan Praktis 5 Langkah Transisi Energi Hijau untuk UMKM

    Panduan Praktis 5 Langkah Transisi Energi Hijau untuk UMKM

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Transisi energi hijau berarti mengalihkan produksi dan konsumsi energi dari sumber fosil ke sumber terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan biomassa, demi mengurangi emisi karbon dan menstabilkan iklim. Proses ini melibatkan kebijakan pemerintah, investasi teknologi bersih, serta perubahan perilaku industri dan konsumen. Memindahkan sumber energi bisnis ke pilihan yang lebih bersih, seperti tenaga […]

  • Apa Itu Subsidi Tepat Sasaran dan Bagaimana Cara Memanfaatkannya?

    Apa Itu Subsidi Tepat Sasaran dan Bagaimana Cara Memanfaatkannya?

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Program ini dirancang agar bantuan pemerintah hanya sampai pada kelompok yang paling membutuhkan, misalnya petani kecil atau keluarga berpenghasilan rendah, lewat verifikasi data dan pencairan berbasis digital. Dengan menargetkan penerima secara spesifik, efisiensi anggaran meningkat dan risiko penyalahgunaan dapat diminimalkan. Subsidi tepat sasaran menyalurkan bantuan pemerintah secara terfokus kepada kelompok yang memang membutuhkan, […]

  • Kasus PT X Capai Kedaulatan Energi lewat PLTS Atap 2023

    Kasus PT X Capai Kedaulatan Energi lewat PLTS Atap 2023

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi berarti sebuah negara atau komunitas dapat memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri, tanpa bergantung pada pasokan luar, sehingga mengendalikan harga, kebijakan, dan keamanan pasokan. Dengan mengembangkan sumber daya terbarukan serta infrastruktur domestik, stabilitas ekonomi meningkat dan risiko geopolitik berkurang. Upaya ini biasanya mencakup diversifikasi sumber, investasi pada teknologi bersih, dan regulasi yang […]

expand_less