Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional & Politik » Prabowo Ungkap Investasi Besar-besaran Akan Masuk Indonesia dalam Beberapa Pekan

Prabowo Ungkap Investasi Besar-besaran Akan Masuk Indonesia dalam Beberapa Pekan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bakal ada investasi dalam jumlah besar yang masuk ke Indonesia dalam beberapa pekan mendatang. Prabowo meminta masyarakat menunggu perkembangan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” yang dirilis pada Rabu (16/9/2026).

“Ini beberapa minggu ke depannya, tunggu saja, akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran,” ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan optimisme tersebut tidak terlepas dari perkembangan realisasi investasi nasional. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun.

Capaian tersebut setara dengan 49,5 persen dari target investasi nasional 2026 yang ditetapkan sebesar Rp2.041,3 triliun. Realisasi investasi semester I 2026 juga tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Investasi Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja

Realisasi investasi tersebut turut memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada semester I 2026, investasi yang masuk ke Indonesia tercatat menyerap 1.448.862 tenaga kerja.

Angka tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, sepanjang 2025, realisasi investasi Indonesia mencapai sekitar Rp1.931 triliun dan berkontribusi terhadap penciptaan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.

Menurut Prabowo, angka-angka tersebut menunjukkan aktivitas investasi di Indonesia tetap berjalan di tengah kondisi ekonomi global yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Ia juga menegaskan investasi yang dimaksud merupakan aktivitas penanaman modal yang masuk ke Indonesia, bukan berasal dari program belanja pemerintah.

Prabowo Sebut Investor Global Percaya Fundamental RI

Prabowo mengaku optimistis investasi dalam jumlah besar akan terus masuk ke Indonesia setelah bertemu dengan sejumlah pelaku usaha besar dari berbagai negara.

Menurutnya, para investor global melihat kondisi fundamental ekonomi Indonesia sebagai salah satu pertimbangan untuk menanamkan modal.

“Saya sudah ketemu pemain-pemain besar di dunia, mereka datang ke Indonesia, mereka tahu fundamental ekonomi kita kuat dan aman,” ujar Prabowo.

Presiden juga mengaitkan keyakinannya tersebut dengan sejumlah indikator ekonomi nasional, termasuk inflasi, rasio utang, dan defisit anggaran.

Prabowo menilai kondisi ekonomi Indonesia masih memberikan ruang bagi kepercayaan investor di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Investasi Asing dan Dalam Negeri Hampir Seimbang

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan realisasi investasi pada semester I 2026 berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan nilai yang relatif berimbang.

PMA tercatat mencapai Rp507,6 triliun, sedangkan PMDN mencapai Rp502,9 triliun. Dari sisi lokasi, investasi di luar Pulau Jawa mencapai sekitar Rp507,8 triliun, sementara di Pulau Jawa sekitar Rp502,8 triliun.

Capaian tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam melihat perkembangan investasi nasional sepanjang tahun berjalan.

Prabowo Singgung Proyeksi Ekonomi Indonesia 2050

Dalam pernyataannya, Prabowo juga merujuk pada proyeksi mengenai posisi Indonesia dalam perekonomian global pada 2050.

Ia menyebut Indonesia memiliki peluang untuk masuk dalam jajaran ekonomi terbesar dunia dalam beberapa dekade mendatang.

“Semua dunia yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4. Dunia. Dalam tahun 2050, which is 25 tahun ke depan,” kata Prabowo.

Pemerintah sendiri terus mendorong investasi dan hilirisasi sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digitalisasi pemerintahan: Mengubah Layanan Publik lewat Data Terpadu

    Digitalisasi pemerintahan: Mengubah Layanan Publik lewat Data Terpadu

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Digitalisasi pemerintahan mengacu pada penerapan teknologi informasi—seperti portal layanan, sistem manajemen data, dan AI—untuk mempercepat proses birokrasi, meningkatkan transparansi, serta mempermudah akses publik ke layanan negara. Pada praktiknya, hal ini biasanya melibatkan integrasi sistem lintas‑instansi, penggunaan tanda tangan digital, dan pelaporan real‑time, yang secara keseluruhan mengurangi biaya operasional dan memperkuat akuntabilitas. Digitalisasi pemerintahan […]

  • AS Setujui Penjualan Puluhan Jet Tempur Siluman Rp 431 T ke Arab Saudi

    AS Setujui Penjualan Puluhan Jet Tempur Siluman Rp 431 T ke Arab Saudi

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    WASHINGTON DC – Amerika Serikat membuka jalan bagi penjualan 48 unit jet tempur siluman F-35 kepada Arab Saudi dengan nilai yang diperkirakan mencapai US$24,3 miliar atau sekitar Rp431 triliun. Persetujuan awal tersebut menjadi langkah penting dalam proses panjang Riyadh untuk mendapatkan pesawat tempur generasi kelima buatan Amerika Serikat. Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui kemungkinan […]

  • 5 Langkah Praktis Capai Kedaulatan Energi di Rumah: Kenapa & Cara

    5 Langkah Praktis Capai Kedaulatan Energi di Rumah: Kenapa & Cara

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi mengacu pada kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri, mengurangi ketergantungan impor, serta mengendalikan sumber daya dan harga energi. Dengan memanfaatkan potensi domestik seperti panas bumi, tenaga surya, dan biomassa, negara dapat memperkuat keamanan pasokan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kedaulatan energi di rumah berarti Anda dapat memproduksi, […]

  • Bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve

    The Fed Naikkan Suku Bunga, Proyeksi 2027 Meningkat: Sinyal Tekanan Ekonomi Global?

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    WASHINGTON, 17 September 2026 — Arah kebijakan moneter Amerika Serikat kembali menjadi sorotan. Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4% pada September 2026. Yang menarik, kenaikan tidak hanya terjadi pada suku bunga saat ini. Proyeksi suku bunga The Fed untuk 2027 justru ikut meningkat, memunculkan perhatian terhadap […]

  • Cerita Pak Budi Bangun Kedaulatan Energi di Rumahnya

    Cerita Pak Budi Bangun Kedaulatan Energi di Rumahnya

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kedaulatan energi mengacu pada kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan energi domestik secara mandiri, sehingga tidak terlalu bergantung pada impor. Pencapaiannya biasanya melibatkan pengembangan sumber energi terbarukan, diversifikasi pasokan, serta investasi pada infrastruktur dan teknologi dalam negeri. Kedaulatan energi muncul ketika sebuah rumah mampu menghasilkan, menyimpan, dan menggunakan listriknya sendiri tanpa tergantung sepenuhnya […]

  • Studi Kasus: Efek Subsidi Tepat Sasaran pada UMKM Jawa Barat

    Studi Kasus: Efek Subsidi Tepat Sasaran pada UMKM Jawa Barat

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Program subsidi tepat sasaran memberi bantuan keuangan hanya kepada kelompok atau individu yang memang membutuhkan, berdasarkan data pendapatan, lokasi, atau kriteria sosial‑ekonomi yang terverifikasi. Pendekatan ini mengurangi pemborosan anggaran karena alokasi dana tidak tersebar merata, melainkan difokuskan pada penerima manfaat yang paling rentan. Dengan mekanisme verifikasi yang ketat, pemerintah berharap dampaknya lebih terasa […]

expand_less